Jumat, 24 April 2020

ya Tuhanku, kenapa engkau tidak menolongku



Kisah inspiratif
ya Tuhanku, kenapa engkau tidak menolongku

            Ada seorang laki-laki yang tinggal di tengah sebuah kota.  Kota itu sedang dilanda oleh virus corona. Hampir setiap hari  selalu ada korban, baik yang terinfeksi maupun kematian akibat virus ini.
            Karena melihat banyak yang telah meninggal dan terinfeksi virus ini, maka pemerintah setempat mengeluarkan perintah agar setiap warga tidak boleh keluar rumah, kegiatan ibadah, misa ditiadakan dan menghimbau supaya setiap warga menghidari kerumunan serta sekolah-sekolah pun diliburkan.
            Virus makin memanas, rumah sakit yang ada tidak mampu lagi untuk menampung para korban dan daerah itu pun mulai kelihatan sepih seperti kota yang berhantu.
            Lain dengan orang-orang yang sudah mulai takut dan hanya diam di Rumah, lelaki tersebut tampak santai, malas tahu dan mondar-mandiri ke sana-sini, cuek dan keras kepala. Ia sering di tegur oleh pihak keamanan bahkan sampai dipukuli karena sikapnya itu.
            pak kalo mau selamat cepat masuk rumah jangan berkeliaran sembarang” teriak salah seorang polisi patroli kepada laki-laki tersebut”.
            Si lelaki itu menjawab: “ terima kasih pak atas teguranya. Saya tidak takut, pasti Tuhan selalu melindungi saya umatnya yang sering rajing ke Gereja dan berdoa
            Setelah beberapa kali di tegur, akhirnya polisi yang berpatroli di tempat itu pun menghiraukan dia ketika bertemu lelaki itu.
            Angka kematian dan orang yang terinfeksi di kota itu pun makin hari makin bertambah. Namun lelaki tersebut masih tetap malas tahu, masih tetap keras kepala.
            Datanglah petugas medis yang kebetulan lewat di situ, menegur dan memarahi lelaki tersebut.
            pak di rumah saja, jagan sembarangan jalan, keadaan semakin tak terkendali. Kemunkinan besar semua orang di kota ini akan terifeksi
            Lagi-lagi lelaki tersebut berkata: trimaksih buat teguran dan masukannya, saya orang beriman, saya yakin Tuhan akan selamatkan saya dari keadaan ini.
            Petugas medis ini pun merasah resah dan pergi meninggalkan lelaki itu dengan sangat marah.
            Perkiraan bahwa semua warga kota ini akan terinfeksi virus, menjadi kenyataan. Namun lelaki itu tampak masih keluar rumah dan berdoa sepanjan jalan.
            Datanglah Mobil pengangkut jenasah dengan beberapa tim medis di dalamnya. Mereka meilhat lelaki itu masih berkeliaran di lorong-lorong pertekoan kota itu, dan dengan niat untuk memuatnya pergi ke tempat karantina kota itu.
Maka teriaklah salah seorang petugas medis dari dalam mobi: “pak, cepat datang dan  masuklah mobil”. Tetapi lagi-lagi lelaki tersebut menjawab dengan teriak pula: “terima kasih, anda tidak usah menolong saya. saya orang beriman dan rajin berdoa. Tuhan pasti menyelamatkan saya”.
            Warga di kota itu banyak yang sudah terinfeksi dan banyak pula yang sudah meninggal.
            Bagaimana nasib lelaki tersebut?
            Lelaki tersebut akhirnya terinfeksi virus dan mati tergeletak di pinggir jalan.
            Di akhirat dia dihadapkan pada Tuhan. Lelaki ini kemudian mulai berbicara bernada protes; Ya Tuhan, aku selalu berdoa padaMu, rajin je Gereja, selalu mengindahkan perintah-perintahMu, tapi kenapa aku tidak Engkau selamatkan dari wabah virus itu?
            Tuhan menjawab dengan singkat: “Aku selalu mendengar doa-doamu, untuk itu Aku mengirimkan Polisi, kemudia para petugas medis untuk menegurmu dan menyelamatkanmu. Tetapi kenapa kamu tidak ikut salah satupun?
            Berhadapan dengan situasi saat ini, kita sangat mengaharapkan Kuasa Tuhan, maka kita sering berdoa, mengikuti perayaan ekaristi secara live streaming dan beribadat di setiap rumah pada hari minggu. Namun terkadang kita pun masih protes terhadap Tuhan mengapa, virus ini masih tetap ada?, mengapa Tuhan belum saja menyelamatkan dunia dari wabah virus corona ini. Kita tidak sadar bahwa doa-doa yang kita sampaikan itu sudah terdengar oleh Tuhan. Tindakan pemerintah untuk menertibkan warganya, untuk berdiam di rumah, meniadakan kegiatatan keagamaan maupun kegiatan lain, meliburkan sekolah-sekolah. Semua itu adalah hasil dari doa-doa kita. Semoga kita tetap menertibkan diri untuk membantu pemerintah dalam melawan virus corona dan percayalah bahwa setiap darasan doa kita pasti selalu dikabulkan oleh Tuhan. Sebab bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar