Kisah inspiratif
ya Tuhanku, kenapa engkau tidak menolongku
Ada seorang laki-laki yang
tinggal di tengah sebuah kota. Kota itu
sedang dilanda oleh virus corona. Hampir setiap hari selalu ada korban, baik yang terinfeksi
maupun kematian akibat virus ini.
Karena melihat banyak yang
telah meninggal dan terinfeksi virus ini, maka pemerintah setempat mengeluarkan
perintah agar setiap warga tidak boleh keluar rumah, kegiatan ibadah, misa
ditiadakan dan menghimbau supaya setiap warga menghidari kerumunan serta
sekolah-sekolah pun diliburkan.
Virus makin memanas, rumah
sakit yang ada tidak mampu lagi untuk menampung para korban dan daerah itu pun
mulai kelihatan sepih seperti kota yang berhantu.
Lain dengan orang-orang
yang sudah mulai takut dan hanya diam di Rumah, lelaki tersebut tampak santai,
malas tahu dan mondar-mandiri ke sana-sini, cuek dan keras kepala. Ia sering di
tegur oleh pihak keamanan bahkan sampai dipukuli karena sikapnya itu.
“pak kalo mau selamat cepat masuk rumah jangan berkeliaran sembarang”
teriak salah seorang polisi patroli kepada laki-laki tersebut”.
Si lelaki itu menjawab: “ terima kasih pak atas teguranya. Saya tidak
takut, pasti Tuhan selalu melindungi saya umatnya yang sering rajing ke Gereja
dan berdoa”
Setelah beberapa kali di
tegur, akhirnya polisi yang berpatroli di tempat itu pun menghiraukan dia
ketika bertemu lelaki itu.
Angka kematian dan orang
yang terinfeksi di kota itu pun makin hari makin bertambah. Namun lelaki
tersebut masih tetap malas tahu, masih tetap keras kepala.
Datanglah petugas medis
yang kebetulan lewat di situ, menegur dan memarahi lelaki tersebut.
“pak di rumah saja, jagan sembarangan jalan, keadaan semakin tak
terkendali. Kemunkinan besar semua orang di kota ini akan terifeksi”
Lagi-lagi lelaki tersebut
berkata: trimaksih buat teguran dan
masukannya, saya orang beriman, saya yakin Tuhan akan selamatkan saya dari
keadaan ini.
Petugas medis ini pun
merasah resah dan pergi meninggalkan lelaki itu dengan sangat marah.
Perkiraan bahwa semua
warga kota ini akan terinfeksi virus, menjadi kenyataan. Namun lelaki itu
tampak masih keluar rumah dan berdoa sepanjan jalan.
Datanglah Mobil pengangkut
jenasah dengan beberapa tim medis di dalamnya. Mereka meilhat lelaki itu masih
berkeliaran di lorong-lorong pertekoan kota itu, dan dengan niat untuk
memuatnya pergi ke tempat karantina kota itu.
Maka teriaklah salah seorang petugas medis dari dalam mobi: “pak, cepat datang dan masuklah mobil”. Tetapi lagi-lagi lelaki
tersebut menjawab dengan teriak pula: “terima
kasih, anda tidak usah menolong saya. saya orang beriman dan rajin berdoa.
Tuhan pasti menyelamatkan saya”.
Warga di kota itu banyak
yang sudah terinfeksi dan banyak pula yang sudah meninggal.
Bagaimana nasib lelaki
tersebut?
Lelaki tersebut akhirnya terinfeksi
virus dan mati tergeletak di pinggir jalan.
Di akhirat dia dihadapkan
pada Tuhan. Lelaki ini kemudian mulai berbicara bernada protes; Ya Tuhan, aku selalu berdoa padaMu, rajin je
Gereja, selalu mengindahkan perintah-perintahMu, tapi kenapa aku tidak Engkau
selamatkan dari wabah virus itu?
Tuhan menjawab dengan
singkat: “Aku selalu mendengar doa-doamu,
untuk itu Aku mengirimkan Polisi, kemudia para petugas medis untuk menegurmu
dan menyelamatkanmu. Tetapi kenapa kamu tidak ikut salah satupun?
Berhadapan dengan situasi saat ini,
kita sangat mengaharapkan Kuasa Tuhan, maka kita sering berdoa, mengikuti
perayaan ekaristi secara live streaming dan beribadat di setiap rumah pada hari
minggu. Namun terkadang kita pun masih protes terhadap Tuhan mengapa, virus ini
masih tetap ada?, mengapa Tuhan belum saja menyelamatkan dunia dari wabah virus
corona ini. Kita tidak sadar bahwa doa-doa yang kita sampaikan itu sudah
terdengar oleh Tuhan. Tindakan pemerintah untuk menertibkan warganya, untuk
berdiam di rumah, meniadakan kegiatatan keagamaan maupun kegiatan lain,
meliburkan sekolah-sekolah. Semua itu adalah hasil dari doa-doa kita. Semoga
kita tetap menertibkan diri untuk membantu pemerintah dalam melawan virus
corona dan percayalah bahwa setiap darasan doa kita pasti selalu dikabulkan
oleh Tuhan. Sebab bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar